Sertifikasi Halal Menjadi Topik Penting dalam Webinar Internasional S2 HES

Program Magister (S2) Hukum Ekonomi Syariah (HES) Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung selenggarakan Webinar Internasional dengan tema “Beyond Halal Certification: The Neglected Role of Sharia Economic Law.” Kegiatan ini berlangsung online melalui platform Zoom (Sabtu, 2 November 2024). Webinar ini menghadirkan tiga (4) narasumber diantaranya dua narasumber internasional dan satu narasumber nasional. Dr. Mohamad Hasil bin Jaafar(UiTM Cawangan Negeri Sembilan, Malaysia), Dr. H. Saifuddin Amin, Lc, MA (Muhammadiyah Islamic College, Singapore), Dr. Aqil Irham, M.Ag (Halal Product Assurance Agency or BPJPH dan Dr. Edi Susilo, M.Hi (Center for Halal Studies and Services, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung). Webinar ini bertujuan untuk sharing peran hukum ekonomi syariah yang sering terabaikan dalam sertifikasi halal produk. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Tercatat sekitar 150 peserta yang mengikuti kegiatan webinar ini. Diangkatnya tema besar ini untuk memberikan manfaat ilmu tentang pentingnya sertifikat halal dari sudut pandang hukum ekonomi syariah. Kegiatan ini juga sebagai bentuk untuk mewujudukan digitalisasi, internasionalisasi, dan juga kemandirian sesuai dengan visi dari UIN Raden Intan Lampung. Webinar dibuka secara resmi oleh Direktur Pascasarjana UIN RIL, Prof. Dr. Ruslan Abdul Ghofur, M.Si. Direktur mengapresiasi penyelenggaraan webinar internasional ini sebagai bentuk peningkatan ilmu dalam dunia internasional khususnya bagi mahasiswa S2 HES Pascasarjana UIN RIL. “Meski dilaksanakan secara virtual, saya berharap ilmu yang akan diberikan oleh narasumber dapat tersampaikan dengan baik dan penuh makna untuk peserta webinar,” ujarnya. Dilanjutkan dengan presentasi singkat yang disampaikan oleh Wakil Rektor I, Prof Dr H Alamsyah MAg selaku Keynote Speaker. Prof Alam menyampaikan, sertifikasi halal telah menjadi standar yang tak terelakkan dalam dunia bisnis, terutama di negara-negara dengan populasi Muslim yang besar. Label halal menjadi jaminan bagi konsumen Muslim bahwa produk yang mereka konsumsi sesuai dengan syariat Islam. Namun, di balik sertifikasi halal yang tampak sederhana ini, terdapat lapisan yang lebih dalam, yakni peran Hukum Ekonomi Syariah. Hukum Ekonomi Syariah, sebagai bagian integral dari Islam, tidak hanya mengatur aspek ibadah semata, tetapi juga mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk aktivitas ekonomi. Dalam konteks sertifikasi halal, Hukum Ekonomi Syariah memberikan kerangka kerja yang komprehensif, mulai dari produksi hingga konsumsi. Para narasumber menyampaikan materi dengan sub-tema yang berbeda. Dr. Aqil Irham, M.Ag menyampaikan materi tentang “Organizing the Halal Product Assurance in Indonesia.” Dr. Mohamad Hasil bin Jaafar memaparkan materi “OPPORTUNITIES AND CHALLENGES IN THE IMPLEMENTATION OF SYARIAH ECONOMIC LAW IN HALAL BUSINESS.” Kemudian dilanjutkan dengan Dr. H. Saifuddin Amin, Lc, MA dengan materi MUIS HALAL CERTIFICATION CONDITION.” Dr. Edi Susilo, M.Hi mengisi materi terakhir dengan tema, rancangan undang-undang dalam pendampingan produk halal. Kegiatan dilanjutkan dengan sharing session atau tanya jawab dan ditutup oleh moderator. (TWI)

“Nusantara Philosophy: Between Sufism and Puritanism” Menjadi Tema Webinar Filsafat Agama

Program Magister (S2) Filsafat Agama (FA) Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung selenggarakan Webinar Internasional dengan tema “Nusantara Philosophy: Between Sufism and Puritanism”. Kegiatan ini berlangsung secara online melalui platform Zoom, Selasa (15/10/2024). Webinar diikuti hampir 200 peserta dari berbagai negara di Asia Tenggara, menghadirkan empat narasumber dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Keempat narasumber tersebut; Prof. H. Dr. Barsihannor M.Ag (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar), Senior Assisten Professor Dr. Harapandi Dahri Syahrum, MA (Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan), Reeza Bustami, Kandidat Ph.D (Universiti Sains Malaysia), dan Dr. Imam Iqbal, S.Fil.I, M.S.I (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta). Kegiatan ini dimoderatori oleh Dr. Bambang Budiwiranto, Ph.D selaku Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Raden Intan Lampung. Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Ruslan A Ghofur, M.Si, dalam sambutannya mengatakan bahwa webinar ini memiliki tujuan besar dalam mendukung pengembangan UIN RIL melalui dua pilar utamanya yaitu Internasionalisasi dan Digitalisasi. Tema ini sangat penting sebagai satu gagasan besar yang perlu didiskusikan secara akademik di tingkat nasional dan internasional melibatkan para expert dari Malaysia, Brunei Darussalam dan Indonesia. “Terima kasih kepada keempat narasumber yang sudah bergabung dan akan berbagi ilmu kepada kita semua”, ucap Direktur. Secara khusus, Prof. Ruslan juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor UIN RIL yang berkenan hadir sebagai Keynote Speaker dalam webinar S2 Filsafat Agama ini. Direktur berharap diskusi ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dalam persepktif Nusantara, khususnya terkait Sufism dan Purutanisme di Nusantara. Rektor UIN RIL, Prof. Wan Jamaluddin, M.Ag., Ph.D, yang juga hadir sebagai Keynote Speaker dalam webinar menyampaikan bahwa tema ini sangat menarik dan secara khusus merupakan salah satu concern kajian saya, jelasnya. Filsafat Nusantara dibangun oleh pergumulan pemikiran dan ide-ide dunia Islam. Kalau kita sekarang mengenal moderasi beragama sebagai salah satu program utama dalam era RPJMN kita yang diamanahkan kepada Kementerian Agama RI, hal itu memiliki dasar pijak yang sangat kuat secara filosofi dan historis. Positioning kehidupan beragama yang moderat, yang diperkenalkan oleh pemerintah saat ini, berangkat dari realitas religio-sosial dan kultur politik yang berkembang di Tanah Air yang mewarnai dinamika pemikiran Islam di Asia Tenggara. Menurutnya, para ahli sering kali memetakan corak pemikiran dan kehidupan keberagamaan di Tanah Air dalam dua arus besar yaitu: Islam tradisionalis-konvensional dan Islam modernis-puritanis. Ini bukanlah fenomena yang baru. Kalau kita runut jauh ke belakang, seiring laju perkembangan keIslaman pada abad awal hingga pertengahan, kita menemukan benang merahnya, bahwa terjadi polarisasi pemikiran keagamaan di kalangan para fuqaha, folosof, dan ahli tasawwuf. Lebih lanjut Prof. Wan menjelaskan bahwa kehadiran Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Ibnu-Arabi, Junaedi Al-Bagdadi hingga para pemikir abad ke-15 Hijriyah, tidak satu pun yang terlepas dari pengaruh pemikiran keagamaan yang telah ada dalam sejarah peradaban manusia. Para ilmuwan Barat sering mengungkapkan pemikiran dengan corak Platonisme, Neo-Platonisme, dan Aristoleanisme, menemukan alam subur dalam pemikiran umat Islam di Timur Tengah, Timur Jauh, Dataran Eropa, hingga Nusantara. Pemikiran tersebut kita jumpai dalam Wujudiyah Martabat Tujuh dalam berbagai literatur keagamaan di Tanah Air, yang terus mengakumulasi dan menimbukkan reaksi dialogis antar pemikiran, kemudian melahirkan gerakan-gerakan puritanisme, neo-modernisme, hingga sekarang. “Selamat menikmati webinar yang sangat aktual dan tetap relevan dengan konteks kekinian umat Islam di Indonesia dan Asia Tenggara,” jelas Prof. Wan Jamaluddin di akhir presentasinya. Pada kesempatan ini pula, Ketua Asosiasi Aqidah dan Filsafat Islam (ASAFI), Dr. Kholid Al Walid, menyampaikan apresiasi kepada Prodi Magister Filsafat Agama UIN RIL yang telah bergiat menyelenggarakan webinar ini. Semoga webinar ini dapat memantik kajian-kajian lebih lanjut mengenai Filsafat Nusantara atau Filsafat Islam Nusantara. Setelah paparan Keynote Speaker, dilanjutkan dengan presentasi dari empat narasumber yang dimoderatori oleh Bambang Irfani, Ph.D. Presentasi pertama oleh Prof. H. Dr. Barsihannor M.Ag (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar), tentang “Unvelling Nusantara Islamic Theosophy: Thought and the Influence of Local Wisdom on Islamic Identity. Kemudian yang kedua oleh Senior Assisten Professor Dr. Harapandi Dahri Syahrum, MA (Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan) yang membahas tentang “Pembelajaran Tasawuf Nusantara di Brunei Darussalam”. Presenter ketiga adalah Reeza Bustami, Kandidat Ph.D, menjelaskan mengenai “Sayyid Ahmad ibn Idris yang Eksoterik tentang Madhāhib”. Yang terakhir, pesentasi dari Dr. Imam Iqbal, S.Fil.I tentang “The Relationship Between Philosophy and Sufism in the Indonesian Context”.  Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab setelah sesi presentasi para narasumber dan ditutup oleh Dr. Hj. Heni Noviarita, M.Si selaku Wakil Direktur Pascasarjana UIN RIL. “Semoga apa yang telah kita didiskusikan dalam webinar ini memberi manfaat bagi pengembangan pengetahuan keIslaman. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi akademik di Pascasarjana UIN RIL”, harap Wakil Direktur Pascasarjana, Dr. Hj, Heni Noviarita, M,Si. (TWI)

Pengumuman Pelaksanaan Wisuda Periode V Tahun 2024

Diinformasikan kepada calon wisudawan/wisudawati periode V tahun 2024 sebagai berikut : 1). Wisuda periode V tahun 2024 dilaksanakan pada Selasa, 26 November 2024 di GSG KH. Ahmad Hanafiah UIN Raden Intan Lampung.2). Pelaksanaan wisuda periode V dibagi menjadi 2 sesi, sesi pagi dimulai pukul 08.00 WIB s.d. selesai dan sesi siang dimulai pukul 13.00 WIB s.d. selesai.3). Sesi pagi diikuti oleh 700 orang calon wisudawan dan sesi siang diikuti oleh 400 orang calon wisudawan (data per sesi terlampir)4). Calon wisudawan wajib mengikuti gladi bersih yang dilaksanakan pada Senin, 25 November 2024 pukul 13.00 WIB s.d. selesai5). Calon wisudawan wajib hadir 30 menit sebelum acara wisuda dan gladi bersih dimulai.6). Atribut dan kelengkapan wisuda dapat diambil di fakultas masing-masing sesuai jadwal yang ditetapkan oleh fakultas. Lampiran :

Penandatanganan LoI Antara Pascasarjana dengan USIM

Sabtu, 2/11/2024, Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) Malaysia. Diikuti oleh Program Doktor (S3) Manajemen Pendidikan Islam, Hukum Keluarga Islam, dan Pengembangan Masyarakat Islam. Selain Program Doktor, Program Magister (S2) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Hukum Keluarga Islam dan Hukum Ekonomi Syariah juga ikuti penandatangan LoI pada hari ini. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sidang Lt.2 Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung. LoI Pascasarjana ditanda tangani oleh Direktur Pascasarjana, Prof Dr Ruslan Abdul Ghofur MSi bersama dengan Dr Fauziah Hassan selaku Director of USIM ‘Alamiyyah dengan didampingi oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN RIL. Dilanjutkan dengan program-program doktor dan juga magister yang mengikuti penandatanganan untuk meningkatkan jalinan kerja sama internasional. Kerjasama ini mencakup ruang lingkup akademik dan penelitian antara kdua belah pihak yang terlibat, pascasarjana bersama dengan prodi-prodi dan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Ruang lingkup tersebut dapat berupa; penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dalam rangka terbentuknya pribadi yang excellent, compassion dan service berdasar prinsip kemitraan dan saling memberi manfaat. Dengan adanya pendandatangan LoI ini diharapkan dapat ditindak lanjuti dengan penandatanganan MoU dan juga MoA. (TWI)

Studium Generale Pascasarjana Angkat Tema Peran Komunikasi di Era Digital

Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) selenggarakan Studium Generale yang mengusung tema Peran Komunikasi dalam Perkembangan Ilmu Integratif Multidisipliner di Era Digital. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Gedung Academic & Research Center UIN RIL, Jum’at (1/11/2024). Kegiatan ini menghadirkan Director of USIM ‘Alamiyyah Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Dr. Fauziah Hassan sebagai speaker. Kegiatan ini diikuti seluruh mahasisiswa baru program magister dan doktor Pascasarjana UIN RIL. Acara dibuka langsung oleh Wakil Rektor (WR) I Prof Dr H Alamsyah Mag. Dalam sambutannya ia mengenalkan prestasi UIN Raden Intan Lampung. UIN RIL memiliki 47 prodi dan akan lahir satu Program Doktor (S3) Ekonomi Syariah. 38 rumpun agama 17 bidang ilmu umum, sosial, sains dan termasuk bidang komunikasi. Ilmu tidak ada yang dapat berdiri sendiri, ilmu memiliki keterkaitan satu sama lain dengan saling menyapa dan saling memberikan masukan. UIN Raden Intan Lampung terus mengembangkan kajian-kajian islam multidisipliner, interdisipliner dan transdisipliner. Selain itu, Direktur Pascasarjana dalam sambutannya menyampaikan bahwa Studium Generale merupakan kegiatan tahunan yang diadakan dengan tujuan memberikan wawasan secara menyeluruh kepada mahasiswa baru pascasarjana. Diambilnya tema “Peran Komunikasi dalam Perkembangan Ilmu Integratif Multidisipliner di Era Digital” karena komunikasi sangat berperan penting saat ini, persaingan juga tidak hanya lokal tetapi juga global. “Diskusi dapat berjalan dengan lancar, baik dan hangat dengan sharing bersama narasumber” harapnya. Mahasiswa yang hadir dalam kegiatan ini sangat antusias. Banyak pelajaran baik yang dapat diambil kaitannya dengan tema Peran Komunikasi dalam Perkembangan Ilmu Integratif Multidisipliner di Era Digital ini. Peran komunikasi sangat penting di era digital 5.0 saat ini dalam berilmu ataupun penyelesaian tugas akhir mahasiswa khususnya Pascasarjana UIN RIL. Sesi tanya jawab juga berlangsung pada rangkaian kegiatan Studium Generale. Bagi penanya, diberikan doorprize dan diberikan langsung oleh Direktur dan Narasumber. (TWI)