Usai Penandatanganan MoA, Direktur Pascasarjana UIN RIL dan Ketua PTA Bandar Lampung Bahas Sinergi Akademik dan Peradilan dalam JUSTICIA TALK #2

Bandar Lampung (Humas Pascasarjana UIN RIL) – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung bersama Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandar Lampung terus memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga peradilan. Sebagai tindak lanjut penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA), kedua institusi menghadirkan JUSTICIA TALK #2 bertajuk “Menghubungkan Teori dan Praktik Peradilan” yang disiarkan melalui kanal YouTube Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung. Podcast tersebut menghadirkan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung bersama Direktur Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. Tulus Suryanto, sebagai narasumber. Dalam suasana diskusi yang hangat, keduanya membahas pentingnya membangun keterkaitan antara teori yang dipelajari di perguruan tinggi dengan praktik penegakan hukum yang berlangsung di lingkungan peradilan agama. Ketua PTA Bandar Lampung menjelaskan bahwa seorang hakim tidak hanya dituntut menguasai peraturan perundang-undangan, tetapi juga harus memiliki integritas, kebijaksanaan, dan kepekaan terhadap kondisi sosial masyarakat. Menurutnya, setiap perkara memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penyelesaian perkara memerlukan ketelitian dalam menggali fakta persidangan serta mempertimbangkan nilai-nilai keadilan yang hidup di tengah masyarakat. Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. Tulus Suryanto, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak berhenti pada aspek konseptual. Kolaborasi dengan lembaga peradilan menjadi langkah strategis dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui pemahaman terhadap praktik hukum secara langsung. “Melalui forum seperti JUSTICIA TALK, mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai implementasi ilmu yang dipelajari di kelas. Kehadiran praktisi sebagai mitra akademik akan memperkuat kompetensi lulusan agar mampu menjawab tantangan dunia profesional,” ungkap Prof. Tulus Suryanto. Selain membahas dinamika penyelesaian perkara di lingkungan peradilan agama, podcast juga menyoroti pentingnya membangun budaya akademik yang terbuka terhadap pengalaman praktis. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengkritisi berbagai persoalan hukum berdasarkan realitas yang dihadapi lembaga peradilan. Pelaksanaan JUSTICIA TALK #2 menjadi implementasi nyata dari kerja sama antara Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung dan Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung. Melalui sinergi tersebut, kedua institusi berkomitmen menghadirkan berbagai program kolaboratif, mulai dari kuliah praktisi, penelitian bersama, hingga forum diskusi ilmiah yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan peradilan. Dengan terselenggaranya podcast ini, Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung berharap mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara teori dan praktik peradilan, sekaligus memperkuat jejaring akademik dengan institusi peradilan sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan berintegritas. (TWI)

Perkuat Sinergi Akademik dan Lembaga Peradilan, Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung dan PTA Bandar Lampung Resmi Tandatangani MoA

Bandar Lampung – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung terus memperluas jejaring kerja sama strategis dengan berbagai lembaga dalam rangka mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung dan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandar Lampung yang berlangsung di Aula PTA Bandar Lampung, Selasa (28/7/2026). Penandatanganan MoA dilakukan secara langsung oleh Direktur Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. Tulus Suryanto, SE., MM., Akt., CA bersama Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung, Dr. Drs. H. Moch. Sukkri, S.H., M.H. Momen tersebut menjadi tonggak penting dalam membangun kemitraan yang lebih erat antara institusi pendidikan tinggi dengan lembaga peradilan agama, khususnya dalam bidang pengembangan akademik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keakraban. Selain dihadiri oleh jajaran pimpinan PTA Bandar Lampung, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi jenjang Magister dan Doktor di lingkungan Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung. Kehadiran para pimpinan program studi tersebut mencerminkan komitmen Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung dalam mendukung implementasi kerja sama yang akan diwujudkan melalui berbagai program akademik dan pengembangan kelembagaan. Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Pascasarjana untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai institusi, baik pemerintah maupun lembaga peradilan. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga peradilan memiliki nilai strategis dalam menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang hukum, syariah, dan tata kelola kelembagaan. Beliau menambahkan bahwa implementasi MoA ini diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Program-program tersebut dapat berupa penyelenggaraan seminar ilmiah, kuliah umum, pelatihan, penelitian kolaboratif, pendampingan akademik, publikasi ilmiah, hingga peningkatan kompetensi aparatur melalui pendidikan berkelanjutan. Sementara itu, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama dengan Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam mendukung pengembangan kapasitas aparatur peradilan serta memperkuat budaya akademik yang berbasis pada riset dan inovasi. Ia berharap kerja sama ini mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan peradilan agama. Dengan demikian, sinergi yang dibangun tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua institusi, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat luas. Penandatanganan MoA ini sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun hubungan kelembagaan yang berkelanjutan. Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung sebagai institusi pendidikan tinggi berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inovasi dan kolaborasi dengan mitra strategis guna meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat budaya riset, serta menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, profesional, dan integritas yang tinggi. Melalui kerja sama ini, diharapkan akan lahir berbagai kegiatan kolaboratif yang mampu memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung. Dengan semangat kemitraan yang saling menguatkan, kedua institusi optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan, pengembangan hukum Islam, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (TWI)

Pascasarjana Gelar Evaluasi Penerimaan Mahasiswa Baru dan Peningkatan Mutu Akademik

Bandar Lampung – Pascasarjana akan menggelar rapat evaluasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) pada Rabu (15/7/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di Ruang Sidang Gedung Akademik Pascasarjana, Labuhan Ratu, Bandar Lampung. Rapat ini merupakan bagian dari upaya Pascasarjana untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan PMB sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas proses penerimaan mahasiswa baru pada periode berikutnya. Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pengelola Pascasarjana, meliputi Wakil Direktur, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Subbagian Tata Usaha, Ketua dan Sekretaris Program Studi Magister (S2) dan Doktor (S3), serta Ketua dan Sekretaris Gugus Penjaminan Mutu (GPM). Evaluasi PMB menjadi agenda utama dalam rapat. Melalui forum ini, peserta akan membahas berbagai aspek penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru, mulai dari pelaksanaan tahapan seleksi, efektivitas sistem dan mekanisme penerimaan, capaian target penerimaan mahasiswa, hingga berbagai kendala yang dihadapi selama proses berlangsung. Hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar penyusunan rekomendasi untuk penyempurnaan pelaksanaan PMB pada tahun akademik mendatang. Selain membahas evaluasi PMB, rapat juga akan membicarakan sejumlah agenda lain yang berkaitan dengan pengelolaan dan pengembangan Pascasarjana guna mendukung peningkatan mutu layanan akademik, tata kelola kelembagaan, serta pencapaian standar penjaminan mutu. Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Tulus Suryanto, S.E., M.M., Akt., C.A., mengharapkan seluruh peserta dapat berpartisipasi aktif dalam memberikan masukan dan rekomendasi konstruktif sehingga hasil rapat dapat menjadi pijakan dalam pengambilan kebijakan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Pascasarjana. Melalui rapat evaluasi ini, Pascasarjana menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam setiap aspek penyelenggaraan pendidikan, khususnya pada proses penerimaan mahasiswa baru, sehingga mampu memberikan layanan akademik yang semakin berkualitas, transparan, dan akuntabel. (TWI)

Direktur Pascasarjana, Prof. Tulus Suryanto Paparkan Strategi Penguatan Penjaminan Mutu Pendidikan Islam pada Konferensi Internasional KPK MUI

Bandar Lampung – Direktur Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., C.A., PIA., CMA, tampil sebagai salah satu pembicara dalam International Conference bertajuk “Global Islam and Islamic Religious Education Today: Pedagogy, Digital Ethics, and Resilience in a Changing World” yang diselenggarakan oleh Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (KPK MUI) bekerja sama dengan Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung pada Sabtu (11/7/2026). Dalam forum akademik berskala internasional tersebut, Prof. Tulus menyampaikan materi berjudul “Strategies for Enhancing Quality Assurance in Islamic Education”, yang menyoroti pentingnya sistem penjaminan mutu sebagai fondasi utama dalam meningkatkan daya saing pendidikan Islam di era global. Ia menegaskan bahwa globalisasi dan transformasi digital telah mengubah lanskap pendidikan sehingga lembaga pendidikan Islam dituntut memiliki sistem penjaminan mutu yang adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada standar internasional. Menurut Prof. Tulus, penjaminan mutu bukan sekadar memenuhi kebutuhan internal lembaga, tetapi telah menjadi tuntutan global untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif. Oleh karena itu, pengelolaan mutu harus dilakukan secara sistematis melalui penerapan standar, prosedur, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan dengan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA). Dalam paparannya, Prof. Tulus menjelaskan bahwa pendidikan Islam yang berkualitas harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai keimanan, ilmu pengetahuan, dan amal dalam satu kesatuan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pendidikan Islam juga harus adaptif terhadap perkembangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan utama. Ia juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih dihadapi pendidikan Islam, antara lain kesenjangan mutu antar lembaga, keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya capaian pembelajaran, serta kesenjangan digital. Menurutnya, tantangan tersebut perlu direspons melalui strategi yang komprehensif dan kolaboratif agar transformasi pendidikan Islam dapat berjalan secara optimal. Untuk menjawab tantangan tersebut, Prof. Tulus menawarkan tiga strategi utama. Pertama, pengembangan kurikulum integratif yang menghubungkan ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern serta berorientasi pada kompetensi abad ke-21. Kedua, penguatan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan kompetensi dosen dan guru secara berkelanjutan. Ketiga, akselerasi digitalisasi pendidikan melalui pemanfaatan e-learning, pembelajaran hibrida, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta penguatan etika digital dalam proses pembelajaran. Konferensi internasional ini menghadirkan akademisi dari berbagai negara, di antaranya Prof. Maila Dinia Husni Rahiem (Indonesia), Prof. Dr. Haslinda Abdullah (Malaysia), Prof. Dr. Tulus Suryanto (Indonesia), dan Dr. Mehmet Soyhun (Jerman). Forum ini menjadi ruang kolaborasi akademik untuk membahas pembaruan pedagogi, etika digital, ketahanan sosial, serta penguatan pendidikan Islam dalam menghadapi dinamika global. Melalui pemaparannya, Prof. Tulus Suryanto berharap penjaminan mutu tidak lagi dipandang sebagai sekadar pemenuhan standar administratif, tetapi menjadi budaya organisasi yang mendorong inovasi, peningkatan kualitas, dan daya saing lembaga pendidikan Islam. Dengan demikian, pendidikan Islam diharapkan mampu melahirkan lulusan yang unggul, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utamanya. (TWI)