Mahasiswa S2 PAI Perkuat Kompetensi Internasional di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)

BANGI, Malaysia – 31 Juli 2025. Sebanyak 47 mahasiswa Pascasarjana Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Raden Intan Lampung melaksanakan kegiatan Penguatan Kompetensi Lapangan (PKL) di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kegiatan ini mengusung tema “Mengatasi Tantangan dan Memanfaatkan Peluang Pendidikan Agama Islam di Era Digital” dan dilaksanakan di Bilik Bitara, Fakulti Pengajian Islam, UKM. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kompetensi mahasiswa secara internasional dan membuka wawasan baru terhadap dinamika pendidikan Islam yang berbasis digital. Dalam sambutannya, Dr Hj Heni Noviarita MSi, mengemukakan bahwa Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung mendukung Visi UIN Raden Intan Lampung dalam Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Kemandirian yang salah satunya diwujudkan melalui Penguatan Kompetensi Lapangan (PKL) melalui jejaring internasional. “Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung mendukung Visi Universitas melalui program jejaring internasional seperti PKL ini, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan secara global,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini merupakan wujud komitmen Pascasarjana dalam membangun daya saing global serta mengembangkan pendidikan Islam yang inklusif dan progresif. Senada dengan itu, Prof Dr Imam Syafi’i MAg menegaskan bahwa PKL ini merupakan implementasi dari dukungan pascasarjana terhadap visi Universitas, kegiatan ini dirancang tidak sekadar sebagai ajang kunjungan, melainkan juga sebagai sarana pembelajaran lintas negara dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam forum akademik internasional. “Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya menjadi pengamat, tetapi terlibat langsung dalam diskusi ilmiah dan pengalaman lapangan global. Inilah cara membentuk lulusan yang adaptif dan visioner di era digital,” tegasnya. Rombongan disambut langsung oleh pimpinan dan dosen Fakulti Pengajian Islam UKM diantaranya Dr Fadlan Mohd Othman dan Dr Abdurrahman Mahmud. Dalam sambutan balasan, Dr Fadlan Mohd Othman menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini serta membuka ruang kolaborasi akademik ke depan.  “Kami menyambut baik kedatangan ini untuk berkolaborasi demi kemajuan bersama, khususnya di bidang pendidikan agama Islam. Di tengah berkembangnya teknologi seperti AI, banyak tantangan yang harus kita hadapi bersama agar hakikat pendidikan tidak tergeser,” ujarnya. Konferensi Mahasiswa: Pertemuan Gagasan Dua Negara Acara inti berupa Konferensi Internasional Mahasiswa menghadirkan pemakalah dari dua institusi. Dari UIN Raden Intan Lampung, empat mahasiswa menyampaikan makalah akademik mereka: 1. Muhammad Ilham Jaya Kesuma – Model Pembelajaran PAI Digital Humanistik: Integrasi Nilai-Nilai Islam dan Teknologi di Era Digital Artikel ini membahas bagaimana pendekatan humanistik dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat diintegrasikan dengan pemanfaatan teknologi digital secara bijak. Penulis menyoroti pentingnya membentuk karakter siswa berbasis nilai-nilai Islam yang mendalam, tanpa mengabaikan potensi positif dari media digital. Dengan menggabungkan prinsip humanisme Islam dan kecanggihan teknologi, pembelajaran PAI tidak hanya menjadi lebih relevan dengan zaman, tetapi juga tetap berakar pada spiritualitas. Kesimpulannya, integrasi ini mampu membentuk peserta didik yang cakap secara digital sekaligus tangguh secara moral. 2. Ahmad Syafak Khoirut Tobib – Strategi Guru PAI dalam Meningkatkan Ketaatan Ibadah Siswa Generasi Alpha melalui Integrasi Digital Learning Artikel ini mengulas berbagai strategi yang digunakan oleh guru PAI untuk meningkatkan kualitas ibadah siswa dari Generasi Alpha yang sangat lekat dengan teknologi. Melalui platform digital, seperti aplikasi ibadah, video interaktif, dan gamifikasi, guru mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan kontekstual. Penelitian ini juga menekankan perlunya pendekatan yang adaptif dan kreatif agar nilai-nilai keislaman dapat tersampaikan secara efektif. Kesimpulannya, strategi digital learning yang tepat dapat memperkuat keterlibatan siswa dalam praktik ibadah, sekaligus menumbuhkan kesadaran spiritual di tengah era serbadigital. 3. Fadila Rahmah – Integrasi Ekoteologi dalam Pendidikan Islam Berwawasan Lingkungan di Era Digital Artikel ini menawarkan perspektif ekoteologi dalam pembelajaran Islam, dengan fokus pada kesadaran lingkungan sebagai bagian integral dari iman. Di tengah krisis ekologis global, pendidikan Islam perlu menanamkan nilai-nilai cinta alam dan tanggung jawab terhadap ciptaan Tuhan. Penulis menjelaskan bagaimana teknologi digital dapat menjadi alat untuk memperkuat pesan-pesan lingkungan dalam PAI, melalui media visual, kampanye digital, hingga pembelajaran berbasis proyek. Kesimpulannya, integrasi ekoteologi dalam PAI merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan generasi muslim yang sadar lingkungan dan bertanggung jawab secara spiritual dan ekologis. 4. Indah Nur Bella Sari – Integrasi Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan Agama Islam: Peluang Pedagogis dan Tantangan Etika Artikel ini mengeksplorasi potensi dan risiko penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam konteks Pendidikan Agama Islam. AI dinilai mampu meningkatkan efisiensi pembelajaran, personalisasi materi, dan aksesibilitas yang lebih luas. Namun, penulis juga menyoroti tantangan etika, seperti potensi dehumanisasi, bias algoritma, serta perlunya kontrol manusia dalam pengambilan keputusan keagamaan. Dengan analisis yang berimbang, makalah ini menyimpulkan bahwa AI dalam PAI adalah peluang besar yang harus dikawal dengan kebijaksanaan etis dan nilai-nilai Islam sebagai pedoman utama. Keseluruhan artikel ini mencerminkan dinamika transformasi Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital yang menuntut integrasi antara nilai-nilai Islam dan kemajuan teknologi secara bijak dan proporsional. Baik melalui pendekatan humanistik, strategi digital learning, perspektif ekoteologi, maupun pemanfaatan kecerdasan buatan, keempat gagasan menekankan pentingnya inovasi pedagogis yang tetap berakar pada ajaran Islam. Kesimpulannya, era digital bukanlah ancaman, melainkan peluang strategis untuk memperkuat spiritualitas, memperluas akses pembelajaran, dan membentuk generasi Muslim yang adaptif, etis, dan bertanggung jawab terhadap kemajuan zaman maupun lingkungan. Diskusi berjalan dinamis, diperkaya dengan tanggapan akademik dari Prof Dr Imam Syafi’i MAg, Dr Hj Meriyati MPd dan dosen-dosen dari UKM. Topik-topik seperti integrasi teknologi dalam pendidikan, tantangan etika AI, hingga dialog antaragama menjadi sorotan utama dalam forum ilmiah ini. Kegiatan ditutup dengan sesi pembahasan peluang penerbitan jurnal ilmiah bersama serta penjajakan pengembangan kerja sama institusional berkelanjutan. Kedua belah pihak berharap agar kerja sama ini tidak berhenti pada satu momentum saja.  “Kami berharap silaturahmi ini terus terjalin, dan dari sinilah lahir mahasiswa dan akademisi yang mampu menjawab tantangan pendidikan agama Islam di era digital,” demikian harapan bersama yang disampaikan dalam penutupan acara.

Kampung Rajut Bandung Jadi Lokasi Workshop UMKM Ramah Lingkungan oleh Mahasiswa S2 PMI

Bandung, 18 Juli 2025 – Program Studi S2 Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung menggelar workshop dengan tema “Pemberdayaan UMKM Ramah Lingkungan melalui Pendekatan Ekoteologi Islam” di Kampung Wisata Rajut Binong, Kota Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa pascasarjana dalam praktik pemberdayaan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan peduli lingkungan. Acara ini dihadiri oleh Wakil Direktur Pascasarjana, Ketua Prodi S2 PMI, dosen, serta para mahasiswa. Dalam sambutannya, Wakil Direktur menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi implementasi nyata visi dan misi UIN Raden Intan Lampung. “Kami menghantarkan pascasarjana yang unggul melalui kegiatan berskala nasional dan internasional yang selaras dengan visi misi universitas,” ujarnya. Ketua Prodi S2 PMI menambahkan bahwa kegiatan ini memperkuat profesionalisme dan kompetensi mahasiswa. “Workshop ini dirancang untuk mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan siap terjun langsung dalam pemberdayaan masyarakat,” jelasnya. Selain sesi diskusi, peserta juga mengikuti praktik merajut yang dipandu oleh pelatih dari komunitas Merajut Asa, dimana mereka merupakan perajut penyandang disabilitas yang aktif dalam pengembangan kerajinan tangan ramah lingkungan. Sebagai bentuk tindak lanjut, kegiatan ditutup dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (MoA) antara Prodi S2 PMI Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung dan Ketua Pokdarwis Kampung Wisata Rajut Binong, Bapak Eka Rahmat Jaya. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk program-program lanjutan dalam pengembangan masyarakat dan penguatan UMKM berbasis ekoteologi Islam. Melalui kegiatan ini, Prodi S2 PMI meneguhkan komitmennya dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat. (HP/TWI)

Pengabdian Masyarakat: Mahasiswa S2 PMI Ikuti Edukasi Pengelolaan Limbah di Bank Sampah Gober Binong

Bandung, 18 Juli 2025 — Mahasiswa Program Studi S2 Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Bank Sampah Gober Binong, Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Direktur Pascasarjana, Ketua Program Studi S2 PMI, para dosen, serta mahasiswa program S2 PMI. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Kelurahan Binong beserta jajarannya, pengelola Bank Sampah Gober Binong, serta perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Pengabdian masyarakat ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Pengelolaan Limbah Ramah Lingkungan”, dimana para mahasiswa melakukan observasi, diskusi, dan dokumentasi langsung terhadap kegiatan pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Bank Sampah Gober Binong. Bank sampah ini dikenal aktif mengolah limbah rumah tangga organik dan non-organik menjadi produk bernilai ekonomis, seperti kerajinan tangan dari sampah plastik, kompos organik, serta pengelolaan rumah magot sebagai solusi pengolahan limbah organik. Dalam sambutannya, Dr Hj Heni Noviarita MSi selaku Wakil Direktur Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung menyampaikan apresiasi atas komitmen Bank Sampah Gober Binong dalam menggerakkan masyarakat untuk peduli lingkungan melalui kegiatan produktif. “Ini menjadi contoh nyata bahwa masyarakat bisa berdaya secara ekonomi dan menjaga kelestarian lingkungan secara bersamaan,” ujarnya. Ketua Program Studi S2 PMI, Prof Dr Fitri Yanti MA juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu menginisiasi dan mengembangkan program pemberdayaan di berbagai daerah, khususnya yang berorientasi pada lingkungan dan ekonomi kreatif berbasis masyarakat,” ungkapnya. Kegiatan ini merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa diajak untuk belajar langsung dari praktik pemberdayaan masyarakat yang telah berhasil, serta melihat potensi besar dari gerakan sosial lingkungan seperti bank sampah. Sebagai bentuk keberlanjutan dari kegiatan ini, acara ditutup dengan penandatanganan kerja sama dan Memorandum of Agreement (MoA) antara Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung dengan pihak Bank Sampah Gober Binong. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka jalan bagi berbagai program riset, pengembangan masyarakat, dan pelatihan berbasis lingkungan hidup di masa depan. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis di bangku kuliah, tetapi juga pengalaman nyata dalam memfasilitasi dan mendukung pembangunan masyarakat yang berdaya, mandiri, dan ramah lingkungan. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan lulusan magister yang responsif terhadap isu-isu sosial dan lingkungan serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan. (HP/TWI)

Ketua Program Doktor (S3) Hukum Keluarga Ikuti ToT Calon Pengajar Diklat BPIP Kualifikasi Utama di Jakarta

Ketua Program Doktor (S3) Hukum Keluarga Pascasarjana UIN RIL, Prof Dr Hj Siti Mahmudah MAg turut berpartisipasi dalam Training of Trainers (ToT) Calon Pengajar Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) Kualifikasi Utama Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Jakarta. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 8–10 Juli 2025 di Hotel Vertu Harmoni, Jakarta, ini menjadi forum strategis nasional untuk menyiapkan pengajar-pengajar profesional dalam bidang ideologi kebangsaan. Kegiatan ToT ini bertujuan untuk membekali para calon pengajar dengan pemahaman mendalam terkait materi ideologi Pancasila, serta metode pedagogis yang efektif dalam penyampaian nilai-nilai Pancasila kepada berbagai kalangan. Sebanyak 126 peserta terpilih mengikuti ToT ini, terdiri dari 88 calon pengajar untuk Diklat PIP Kualifikasi Maheswara dan 38 calon pengajar untuk Kualifikasi Penceramah. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi dari para narasumber ahli yang terdiri dari pejabat BPIP, akademisi, serta tokoh nasional yang berkompeten di bidang ideologi kebangsaan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BPIP Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran pengajar dalam menyebarluaskan nilai-nilai Pancasila secara holistik. Hadir sebagai narasumber dalam pelatihan ini Prof Dr M Amin Abdullah selaku Anggota Dewan Pengarah BPIP, Wakil Kepala BPIP Dr Rima Agristina, Prof Dr Ermaya Suradinata SH MH MS dan  Plt. Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Dr Surahno SH M Hum  “Diklat PIP merupakan proses pembelajaran dalam meningkatkan kecerdasan karakter bangsa yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Maheswara ujung tombak sekaligus teladan dalam membangun sistem nasional Diklat PIP,” ucap Yudian dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/7/2025). Dalam laporan kegiatan, Plt. Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Dr Surahno, menyampaikan harapan besar agar Kepala BPIP dapat hadir langsung untuk membuka kegiatan tersebut secara resmi. “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mewujudkan pemahaman yang sama bagi para pengajar Diklat PIP, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap, agar mampu menginternalisasi nilai-nilai Pancasila secara utuh kepada peserta diklat,” ujar Surahno. Sementara itu, Prof Siti Mahmudah yang menjadi peserta Diklat BPIP mengatakan urgensi kegiatan ini.  “ToT ini merupakan bentuk komitmen akademisi dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila di lingkungan pendidikan tinggi. ToT ini juga menjadi momentum penting untuk memperluas pengaruh akademik dalam membumikan Pancasila secara metodologis dan substantif, khususnya di lingkungan kampus dan masyarakat multikultural,” ujar Prof Mahmudah Lebih lanjut, Prof Mahmudah berharap hasil dari pelatihan ini dapat diterapkan dalam kegiatan tridharma perguruan tinggi, terutama dalam pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila. Dengan pelatihan ini, BPIP berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengajar agar mampu menjadi garda terdepan dalam membumikan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Kegiatan ini juga menjadi langkah penting dalam memperluas jejaring pengajar ideologi Pancasila yang berkualitas, serta memperkuat sinergi antara BPIP dengan institusi pendidikan tinggi dalam menjaga dan membumikan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. (TWI)