Meningkatkan Kompetensi, Mahasiswa S2 MPI UIN Raden Intan Lampung Gelar Seminar di Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya

Sebanyak 30 mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan Islam (S2 MPI) angkatan 2025 UIN Raden Intan Lampung melaksanakan kegiatan Penguatan Kompetensi Lapangan melalui seminar akademik di Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya, Malaysia, pada Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Managing Sustainable Islamic Education” sebagai upaya memperkuat kapasitas akademik dan wawasan internasional mahasiswa pascasarjana. Kegiatan tersebut didampingi oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. Hj. Heni Noviarita, M.Si, Ketua Program Studi S2 MPI, Dr. Junaidah, M.A., serta Sekretaris Prodi, Dr. M. Kharis Fadillah, M.Pd.I. Acara diawali dengan sambutan tuan rumah sekaligus pembukaan seminar. Sambutan tuan rumah disampaikan oleh Prof. Dr. Mohd Ruslan bin Mohd Nor, Kepala Departemen Sejarah, Peradaban, dan Pendidikan Islam, Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan akademik tersebut. “Kami menerima kunjungan akademik ini dengan penuh rasa syukur. Kerja sama antara Universiti Malaya dan UIN Raden Intan Lampung telah berjalan lama, bahkan sebelumnya kami juga pernah berkunjung ke UIN RIL. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak menjadi yang terakhir, tetapi terus berlanjut dan berkembang,” ungkapnya. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Hj. Heni Noviarita, M.Si menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari jargon UIN Raden Intan Lampung, yaitu ISI (Intelektual, Spiritual, dan Integritas). “Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen UIN Raden Intan Lampung dalam mengembangkan nilai intelektual, spiritual, dan integritas mahasiswa. Kerja sama dengan Universiti Malaya telah terjalin lama, baik dalam kegiatan akademik maupun kegiatan yang menyentuh masyarakat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 30 mahasiswa S2 MPI yang merupakan bagian dari program pascasarjana, serta berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut. “Semoga kolaborasi ini tidak berhenti, tetapi terus berkembang melalui kegiatan kuliah bersama, menguji bersama, dan mengajar bersama,” tambahnya. Seminar yang berlangsung pukul 09.00–12.00 waktu setempat tersebut diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta. Dalam rangkaian kegiatan ini juga diselenggarakan colloquium dan presentasi karya ilmiah serta proposal tesis dengan berbagai tema strategis dalam pengelolaan pendidikan Islam berkelanjutan. Adapun presentasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut antara lain: Dr. Junaidah, M.A., Management of Madrasah Adiwiyata for Sustainable Education Dr. M. Kharis Fadillah, M.Pd.I., Quality Assurance Frameworks in Indonesian Pesantren: A Sustainable Management Model for Islamic Education Betty Anggoro Weni, Managerial Fostering Muslim Youth Character through Sustainable Islamic Education Axiology: A Study on MPT Program in the Digital Age Siti Musfiroh, Human Resource Management in the Era 5.0 Based on the STIFIn ApproachMarya Ulfa, Management of Islamic Educational Institutions Based on Local Wisdom Agung Safitri, Strategic Management of Islamic Education: Fostering Sustainable Education in the Face of Global Challenges Aanisah Agusnani Rizq, Ecotheology-based Islamic Education Management Chairun Nisa Male, Manajemen Organisasi Sekolah Berwawasan Lingkungan A. Zailani, Manajemen Sekolah Berwawasan Entrepreneurship Kegiatan seminar ditutup dengan sesi foto bersama dan pertukaran cenderamata sebagai simbol penguatan kerja sama antara dua institusi pendidikan tinggi dari dua negara. Melalui kegiatan ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga memperluas cakrawala akademik dan memperkaya pengalaman internasional mahasiswa S2 MPI UIN Raden Intan Lampung.

Mahasiswa S2 PAI UIN Raden Intan Lampung Gelar Pengabdian Masyarakat di Pondok Lansia UNAIS Malaysia

Tidak hanya melaksanakan kegiatan seminar di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), sebagai bagian penting dari Penguatan Kompetensi Lapangan (PKL), sebanyak 48 mahasiswa S2 Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung juga melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) internasional di Pondok Lansia UNAIS, Selangor, Malaysia, pada Senin, 12 Januari 2026. Didampingi Wakil Direktur Pascasarjana UIN Raden Intan, Prof. Dr. Hj. Heni Noviarita, M.Si, Ketua Program Studi S2 PAI, Prof. Dr. Imam Syafe’i, M.Ag., Sekretaris Prodi, Damanhuri, M.Pd., dan Tenaga Kependidikan, Fadhila Permata Sari, SE., kegiatan ini tidak saja bertujuan untuk mempererat silaturahmi lintas negara tapi sekaligus memberikan wawasan intelektual kepada mahasiswa tentang proses pendampingan sosial-spiritual bagi para lansia. Acara dibuka dengan pemaparan visi dan misi pondok yang disampaikan langsung oleh pendiri Pondok Lansia UNAIS, Dr. Mohd Isa bin Hamzah. Dalam sambutannya, Mohd Isa bin Hamzah menjelaskan bahwa lembaga ini didirikan dengan fokus pada pembinaan spiritual dan kesejahteraan para lansia di masa tua mereka. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran para mahasiswa dari Lampung. Kehadiran generasi muda di sini membawa energi positif bagi para penghuni pondok,” ujar Dr. Mohd Isa bin Hamzah. Dosen senior di UKM tersebut juga menjelaskan bahwa sejak didirikan tahun 2018 di Selangor, saat ini Pondok UNAIS sudah melakukan pengembangan di daerah Sabah dan Kedah. Usai sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan agenda utama berupa dialog interaktif antara mahasiswa dan para santri (penghuni pondok). Suasana hangat terlihat saat para mahasiswa mendengarkan pengalaman hidup para lansia serta berbagi keceriaan melalui diskusi ringan. Kegiatan PKM ini merupakan bagian dari komitmen Prodi S2 PAI UIN Raden Intan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki kepekaan sosial baik di tingkat lokal maupun global.“Kegiatan ini memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana memuliakan orang tua, mendampingi mereka melalui hari tua secara produktif, dan memahami manajemen pengelolaan pondok lansia yang baik di luar negeri,” ungkap salah satu peserta PKM, Riki Adi Pratama. Kegiatan PKM ini tentu saja diharapkan dapat menjadi pembuka jalan bagi kolaborasi berkelanjutan antara UIN Raden Intan Lampung dengan lembaga-lembaga sosial di Malaysia. Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata dari Prodi S2 PAI kepada Pondok UNAIS, doa bersama, dan foto bersama sebagai simbol persahabatan antarbangsa.

Meningkatkan Kompetensi, Mahasiswa S2 PAI Melaksanakan Seminar di Fakulti Pendidikan UKM, Malaysia

Sebanyak 46 mahasiswa S2 PAI angkatan 2025 dan 2 mahasiswa angkatan 2024 melaksanakan kegiatan Penguatan Kompetensi Lapangan di UKM, Senin, 12 Januari 2026, dengan mengusung tema “Towards an Eco-Based Islamic Education: Challenges and Opportunities”. Didampingi Wakil Direktur Pascasarjana UIN Raden Intan, Profesor Dr. Hj. Heni Noviarita, M.Si, Ketua Prodi S2 PAI, Prof. Dr. Imam Syafe’i, M.Ag., Sekretaris Prodi, Damanhuri, M.Pd., dan Tenaga Kependidikan, Fadhilah Permata Sari, SE., kegiatan diawali dengan acara sambutan tuan rumah dan pembukaan. Dalam acara ini, mewakili dekan Fakulti Pendidikan UKM, sambutan disampaikain oleh Penyelaras Hubungan Antarbangsa,Dr. Hanita Hanim Ismail, Penyelaras/Koordinator Strategi, Dr. Hafizhah Zulkifli, dan dosen senior UKM serta pendiri Pondok Lansia UNAIS, Dr. Mohd Isa bin Hamzah. Dalam kegiatan yang diikuti dengan antusias oleh seluruh mahasiswa tersebut, selain dilakukan penandatanganan LoA antara Fakulti Pendidikan, UKM, dan S2 PAI Pascasarjana UIN Raden Intan, Lampung, diselenggarakan juga Mini International Seminar. Enam proposal tesis yang disampaikan mahasiswa dalam acara yang berlangsung pukul 09.00–12.00 tersebut mendapat masukan kritis panelis Dr. Mohd Isa bin Hamzah dan Dr. Hafizhah Zulkifli dari UKM. Dalam acara seminar tersebut, Ayub Kumalla mempresentasikan paper bertopik konsep “mahabbah” atau cinta Jalaluddin Rumi dan Kahlil Gibran ditinjau dari perspektif pendidikan Islam. Muflikhatun dan Faqihuddin Akbar Mua’alim mempresentasikan paper bertema pendidikan Islam berperspektif lingkungan (pendidikan ekoteologi). Paper bertema media pembelajaran dipaparkan Wiwin Sunita dan Arif Atma Mahendra. Sementara itu, Erli Yana mempresentasikan proposal tentang moderasi beragama dalam pembelajaran PAI. Acara yang diakhiri dengan sesi foto bersama dan saling-tukar cenderamata tersebut diharapkan tidak saja kian mengeratkan kerja sama antardua institusi pendidikan tinggi dari dua negara berbeda tapi juga bisa membuka cakrawala wawasan akademik para mahasiswa.