Meningkatkan Kompetensi, Mahasiswa S2 PAI Melaksanakan Seminar di Fakulti Pendidikan UKM, Malaysia


Sebanyak 46 mahasiswa S2 PAI angkatan 2025 dan 2 mahasiswa angkatan 2024 melaksanakan kegiatan Penguatan Kompetensi Lapangan di UKM, Senin, 12 Januari 2026, dengan mengusung tema “Towards an Eco-Based Islamic Education: Challenges and Opportunities”.

Didampingi Wakil Direktur Pascasarjana UIN Raden Intan, Profesor Dr. Hj. Heni Noviarita, M.Si, Ketua Prodi S2 PAI, Prof. Dr. Imam Syafe’i, M.Ag., Sekretaris Prodi, Damanhuri, M.Pd., dan Tenaga Kependidikan, Fadhilah Permata Sari, SE., kegiatan diawali dengan acara sambutan tuan rumah dan pembukaan. Dalam acara ini, mewakili dekan Fakulti Pendidikan UKM, sambutan disampaikain oleh Penyelaras Hubungan Antarbangsa,
Dr. Hanita Hanim Ismail, Penyelaras/Koordinator Strategi, Dr. Hafizhah Zulkifli, dan dosen senior UKM serta pendiri Pondok Lansia UNAIS, Dr. Mohd Isa bin Hamzah.

Dalam kegiatan yang diikuti dengan antusias oleh seluruh mahasiswa tersebut, selain dilakukan penandatanganan LoA antara Fakulti Pendidikan, UKM, dan S2 PAI Pascasarjana UIN Raden Intan, Lampung, diselenggarakan juga Mini International Seminar. Enam proposal tesis yang disampaikan mahasiswa dalam acara yang berlangsung pukul 09.00–12.00 tersebut mendapat masukan kritis panelis Dr. Mohd Isa bin Hamzah dan Dr. Hafizhah Zulkifli dari UKM.

Dalam acara seminar tersebut, Ayub Kumalla mempresentasikan paper bertopik konsep “mahabbah” atau cinta Jalaluddin Rumi dan Kahlil Gibran ditinjau dari perspektif pendidikan Islam. Muflikhatun dan Faqihuddin Akbar Mua’alim mempresentasikan paper bertema pendidikan Islam berperspektif lingkungan (pendidikan ekoteologi). Paper bertema media pembelajaran dipaparkan Wiwin Sunita dan Arif Atma Mahendra. Sementara itu, Erli Yana mempresentasikan proposal tentang moderasi beragama dalam pembelajaran PAI.

Acara yang diakhiri dengan sesi foto bersama dan saling-tukar cenderamata tersebut diharapkan tidak saja kian mengeratkan kerja sama antardua institusi pendidikan tinggi dari dua negara berbeda tapi juga bisa membuka cakrawala wawasan akademik para mahasiswa.