Pascasarjana UIN RIL adakan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB)

Senin, 19 Juni 2023. Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung adakan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru. Kabupaten Pesisir Barat dan Lampung Barat menjadi destinasi dalam program sosialisasi tahun ini. Sosialisasi ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi nyata UIN Raden Intan Lampung sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk berperan aktif dalam menyiapkan sumber daya manusia di Provinsi Lampung pada jenjang S2 dan S3 sebagai center excellent pengembangan keilmuan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan mahasiswa diharapkan untuk dapat menghasilkan karya-karya unggul yang memberikan manfaat untuk pengembangan seluruh sector kehidupan di Provinsi Lampung. Adapun tujuan dari kegiatan sosialisasi ini yaitu, untuk mengenalkan Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung kepada masyarakat umum khususnya dari berbagai lapisandan profesi yang ada di lingkungan Provinsi Lampung di daerah kabupaten yang ada di Lampung, bahwa UIN Raden Intan Lampung siap menerima mahasiswa baru Tahun Ajaran 2023/2024 dan juga meningkatkan citra baik Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung ke tingkat Regional melalui strategi dan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2023/2024 sekaligus mempromosikan secara tepat visi dan misi Pascasarjana juga Universitas. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan calon mahasiswa yang akan mendaftarkan diri dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung Tahun Ajaran 2023/2024 dan lulusan S2 dan S3 nantinya akan menjadi kekuatan baru dalam melakukan inovasi dan problem solving agar dapat memiliki keunggulan bersaing yang berkelanjutan menghadapi dunia kerja dan berbagai profesi juga memiliki nilai tambah ketika melaksanakan tugas, peluang karir naik terbuka luas, dan bagus untuk mengembangkan kemampuan riset juga analisis. (TWI)

BEASISWA MORA (Overseas Studen Mobility Warad (MOSWA)

MORA Overseas Student Mobility Awards (MOSMA) Program ini berlangsung selama 1 semester dengan durasi maksimal 6 bulan, melalui program ini mahasiswa mendapatkan kredit yang dapat dikonversi ke dalam SKS (Satuan Kredit Semester) di kampus asal. Pendaftaran 15-26 juni 2023 Persyaratan dan ketentuan lainya dapat diakses pada:

Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung Jalin Kerjasama Luar Negeri

Direktur Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung (RIL) bersama rombongan Pascasarjana berkunjung ke Institut Alam dan Tamadun Melayu (ATMA) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Senin, 12/06/2023 Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat antara UIN Raden Intan Lampung dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kerjasama ini telah direalisasikan dengan pertukaran dosen mengajar. Direktur berharap kerjasama ini dapat memperkokoh pondasi kampus yang terus ditingkatkan untuk menumbuhkan budaya akademik yang kuat. Dengan adanya kerjasama ini, harus ada kesinambungan berkala untuk karya-karya lanjutan selanjutnya di masa mendatang yang dikemas dengan justifikasi akademik. Adapun rombongan yang membersamai Direktur Pascasarjana yang terdiri dari Wakil Direktur Pascasarjana, Ketua Prodi (Kaprodi) S2 Ekonomi Syariah, Kaprodi S2 Pendidikan Agama Islam, dan Kasubbag Tata Usaha (TU) Pascasarjana UIN RIL. (TWI)

Mantapkan Langkah Menuju Internasionalisasi, Pascasarjana Jalin Kerjasama dengan FIS-UKM

Senin (12/06/2023), Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) yang juga didampingi Direktur Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung (RIL) bersama rombongan Pascasarjana berkunjung ke Malaysia dalam sejumlah kegiatan. Salah satunya, menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) antara Faculty of Islamic Studies (FIS) UKM dengan Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL). Penandatanganan MoA ini dilakukan oleh Direktur Pascarasarjana, Prof. Dr. Ruslan Abdul Ghofur, M.Si dengan Dean Faculty of Islamic Studies atau Dekan Fakulti Pengajian Islam (FPI), Assoc Prof Dr Ahmad Sunawari Long di kampus setempat. MoA tersebut berisi ketertarikan dan persetujuan masing-masing pihak untuk menjalin kerjasama dalam hal, exchange of experts or lecturers, join scientific forums, international seminars and workshops, exchange of publications of scientific research works of lecturers and students in the form of books and journals, student exchange in academic and non-academic activities, having an interesting research for both parties, and other related activity. Dekan FPI, Prof Ahmad menyambut baik kehadiran Rektor UIN RIL dan rombongan Pascasarjana untuk melaksanakan kerjasama dengan UIN Raden Intan Lampung, khusunya Pascasarjana UIN RIL sebagai kampus yang mempunyai prestasi yang membanggakan. Dia berharap kehadiran tersebut sebagai permulaan yang baik dan tentunya akan ditindaklanjuti dalam bentuk nyata. Penandatanganan MoA ini bukan hanya sekedar penandatanganan dokumen belaka, melainkan juga penyusunan rencana kerja terkait kerjasama FIS UKM dengan Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung. Adapun rombongan yang membersamai Rektor UIN RIL adalah Pascasarjana yang terdiri dari Direktur Pascasarjana, Wakil Direktur Pascasarjana, Ketua Prodi (Kaprodi) S2 Ekonomi Syariah, Kaprodi S2 Pendidikan Agama Islam, dan Kasubbag Tata Usaha (TU) Pascasarjana UIN RIL. (TWI)

Dosen Pascasarjana UIN terpilih menjadi Panelis di AICIS ke-22 Tahun 2023

Prestasi demi prestasi diraih oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung khususnya Pascasarjana. Terbaru, Wakil Direktur, Dr. Hj. Heni Noviarita, M.Si dan Ketua Prodi S3 Hukum Keluarga, Dr. Hj. Siti Mahmudah, M.Ag menjadi panelis terpilih pada acara AICIS Ke-22 (Annual International Conference on Islamic Studies) Tahun 2023 yang diikuti peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebagai bentuk rasa syukur dan bangga, Rektor UIN Raden Intan Lampung memberikan apresiasi kepada para panelis terpilih pada AICIS Ke-22 ini dengan memberikan Piagam Penghargaan agar selalu memiliki semangat menulis artikel untuk publish ke kancah Internasional. AICIS Ke-22 ini berlangsung dari 2 Mei sampai 5 Mei 2023 di UIN Sunan Ampel Surabaya. Ajang ini dibuka oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dan ditutup oleh Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi. Giat ini diikuti para akademisi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Forum ini menampilkan 180 paper pilihan yang terbagi menjadi 48 kelas paralel. Tema yang diangkat pada gelaran tahun ini adalah Recontextualizing Fiqh for Equal Humanity and Sustainable Peace. Adapun beberapa subtema yang diangkat pada konferensi ini yaitu; 1) Rethinking Fiqh for non-violent religious practices; 2) Recounting Fiqh for Religious Harmony; 3) Dynamic Interaction between Fiqh and Public Policy; 4) Digital Humanity and Islamic Law; 5) Maqashid al-syariah as a reference and framework of Fiqh for Humanity; 6) Fiqh and Contested Authority: Between Conservatism and Progressivism; 7) Global Citizenship and Contemporary Fiqh; 8) Fiqh in Business Ethics Construction for Sustainable Economic; 9) Fiqh Education: Lessons Learned from Pesantren; 10) Fiqh Education: Lessons Learned from Pesantren Dr. Hj. Heni berada dalam tema panel “Discourse on Islamic Philanthropic” dan submit paper dengan judul “The role of Philanthropic Institutions Contribution to the Achievement of Sustainable Development Goals (SDGS) Through the Pentahelix Models (Studies at National Amil Zakat Agency)” Berbeda dengan Dr. Hj. Heni, Dr. Hj. Siti Mahmudah berada dalam tema panel “Progressing Recontextualisation among Indonesian Ulama” dan submit paper dengan judul “The Implication of Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) 2017 Recommendations Toward Women’s Empowerment Indonesia” Selain diikuti para ahli fikih dari kalangan pesantren, forum ini juga menghadirkan cendekiawan muslim internasional. Hadir sebagai pembicara, antara lain: Dr (HC) KH Yahya Cholil Staquf (Indonesia), Prof Dr Siti Ruhaini Dzuhayatin, MA (Indonesia), Prof Abdullahi Ahmed An Na’im (Amerika Serikat), Prof Dr Usamah Al-Sayyid Al Azhary (Universitas Al Azhar di Mesir), Muhammad Al Marakiby, PhD (Mesir), Dr Muhammad Nahe’i, MA (Indonesia), Prof Dr Rahimin Affandi Bin Abdul Rahim (Malaysia), Prof Mashood A. Baderin (Inggris), Dr (HC) KH Afifuddin Muhajir (Indonesia), Prof Dr Şadi Eren (Turki), Prof Tim Lindsey PhD (Australia), Prof Dr Mohd Roslan Bin Mohd Nor (Malaysia), dan Ning Allisa Qotrunnada Wahid (Indonesia). (TWI)