- 14-10-2026
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh akademisi Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung. Ketua Program Doktor (S3), Prof Dr Hj Siti Mahmudah MAg berhasil menerbitkan artikel ilmiah berjudul “Resistance to Religious Moderation in Indonesia’s Lower to Middle-Class Communities” di Jurnal Peuradeun Aceh, sebuah jurnal internasional bereputasi Q1 yang terindeks Scopus. Artikel ini terbit pada edisi Mei 2025 dan langsung menarik perhatian kalangan akademisi karena mengangkat isu sensitif dan aktual mengenai tantangan penerimaan moderasi beragama di kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah di Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif, Mahmudah menganalisis berbagai faktor sosio-kultural, ekonomi, dan politik yang memengaruhi resistensi terhadap narasi moderasi agama, termasuk peran tokoh agama lokal dan media sosial. “Moderasi beragama bukan sekadar kebijakan pemerintah, tapi juga proses kultural yang memerlukan pendekatan dari akar rumput,” ujar Mahmudah dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa hasil penelitiannya diharapkan bisa menjadi rujukan dalam menyusun strategi pendekatan kebijakan yang lebih kontekstual dan humanis. Jurnal Peuradeun, dikenal luas di dunia akademik karena fokusnya pada kajian sosial, pendidikan, dan kebudayaan di wilayah Asia Tenggara dan dunia Islam. Masuknya artikel Siti Mahmudah ke dalam jurnal Q1 ini menjadi bukti bahwa isu-isu lokal Indonesia memiliki relevansi global dan dapat berkontribusi dalam diskursus akademik internasional. Penerbitan ini juga menjadi motivasi bagi akademisi lain untuk terus mengangkat tema-tema kontekstual yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat serta mendorong pemahaman yang lebih luas terhadap dinamika keberagamaan di Indonesia. (TWI)
Rabu, 4 Juni 2025 – Bandar Lampung — UIN RIL resmi menjalin kerja sama strategis dengan Suez Canal University, Mesir, yang akan difokuskan pada pengembangan program double degree di tingkat Pascasarjana, khususnya untuk Program Studi Magister (S2) Pendidikan Bahasa Arab. Selain itu, kerja sama ini juga akan mencakup berbagai bentuk kolaborasi akademik lainnya, seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, riset bersama, serta penyelenggaraan seminar dan konferensi internasional. Pascasarjana memiliki 9 program magister (S2) dan 4 program doktor (S3), dengan 3 program magister yang terakdreditasi Unggul termasuk Program Magister (S2) Pendidikan Bahasa Arab. Dengan terakreditasi Unggul, S2 PBA terus mengembangkan kualitas pendidikan salah satunya dengan membuka program double degree guna mengembangkan daya saing global mahasiswa S2 PBA. Program Magister (S2) PBA aktif menjalankan kegiatan Internasional, seperti International Webinar dan Visiting Lecture yang menghadirkan narasumber internasional. Perwakilan dari Suez Canal University Mesir, Prof Tamer Sa’ad Ibrahim Khedr hadir dalam kegiatan tersebut secara offline dengan memberi materi juga motivasi untuk mahasiswa S2 PBA. Pada 21 Mei 2024, UIN Raden Intan Lampung dan Suez Canal University telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Rapat Rektor. MoU ini ditandatangani oleh Rektor UIN RIL, Prof H Wan Jamaluddin Z MAg PhD, dan perwakilan Suez Canal University, Prof Tamer Sa’ad Ibrahim Khedr. MoU tersebut merupakan kelanjutan dari Letter of Intent (LoI) yang telah terjalin, dengan fokus pada pertukaran budaya, kolaborasi pendidikan, dan penguatan sinergi dalam bidang penelitian ilmiah. Suez Canal University menduduki peringkat ke-125 secara global dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) ISR (Interdisciplinary Sciences) 2025 dan peringkat ke-6 di Mesir. Selain itu, universitas ini menduduki peringkat ke-1201-1400 dalam QS World University Rankings 2025. Dalam Nature Index 2024, SCU menduduki peringkat ke-10 di Mesir. “Suez Canal University merupakan salah satu universitas ternama di Timur Tengah dengan keunggulan dalam bidang studi bahasa dan pendidikan. Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan membawa manfaat besar, tidak hanya bagi mahasiswa dan dosen kami, tetapi juga bagi pengembangan keilmuan secara global,” ujar Prof Wan. Pihak Suez Canal University juga menyambut baik kerja sama ini dan menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh implementasi program double degree, termasuk dengan menyediakan kurikulum bersama, fasilitator pengajar, dan akses ke sumber belajar. Program double degree ini dirancang agar mahasiswa dapat menempuh studi di kedua universitas di kedua negara dan meraih dua gelar akademik dalam waktu tempuh yang efisien. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas akademik lulusan serta membuka peluang lebih luas dalam dunia kerja internasional. Kerja sama ini akan segera ditindaklanjuti melalui pembentukan tim pelaksana dan penyusunan rencana implementasi program, yang dijadwalkan mulai berlangsung pada tahun akademik berikutnya. (TWI)
Sejumlah ulama perempuan termasuk dari Provinsi Lampung turut ambil bagian dalam Deklarasi Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia, sebuah momentum penting yang menegaskan peran strategis perempuan dalam kepemimpinan keagamaan di Indonesia. Kegiatan itu dilaksanakan sebagai respons terhadap gelombang krisis sosial dan moral yang menghimpit bangsa, seperti maraknya kekerasan terhadap perempuan, masifnya judi online, pinjaman digital yang mencekik rakyat kecil, perdagangan orang yang semakin meluas, rusaknya demokrasi, tumpulnya keadilan hukum, serta krisis kemanusiaan global di berbagai belahan dunia, terutama di Palestina. Deklarasi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar oleh Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), yang tahun ini memperingati kontribusi dan perjuangan ulama perempuan dalam membangun peradaban berkeadilan dan berkeadaban. Kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh perempuan lintas daerah, termasuk perwakilan ulama perempuan dari Lampung, baik dari kalangan pesantren, akademisi, hingga aktivis sosial-keagamaan yang juga tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Salah seorang perempuan ulama Lampung yang ikut dalam deklarasi, Prof Dr Hj Siti Mahmudah MAg, mengatakan, melalui gerakan ini, kebangkitan ulama perempuan tidak hanya menjadi narasi sejarah, tetapi menjadi cahaya harapan untuk keadilan, perdamaian, dan keberlanjutan masa depan bangsa. “Gerakan ini menegaskan bahwa kiprah ulama perempuan bukan hanya bagian dari sejarah, melainkan fondasi penting bagi terwujudnya tatanan masyarakat yang adil, damai, dan berkelanjutan,” kata dosen UIN Raden Intan tersebut, Jumat (16/05/2025). Siti Mahmudah menambahkan, melalui upaya kolektif ini, pihaknya menghadirkan kembali silsilah keulamaan perempuan dalam ingatan publik, memperkuat akar spiritual dan sosial umat, serta menyambung mata rantai keilmuan Islam dari generasi ke generasi. Dengan cara ini, Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia bukan hanya menjadi milik Cirebon atau pusat-pusat kajian Islam, melainkan benar-benar menjadi milik seluruh rakyat dan komunitas dari Sabang sampai Merauke. Ini adalah gerakan kultural tahunan yang menyala dari bawah, mengokohkan bahwa kebangkitan ulama dan guru perempuan adalah cahaya bagi keadilan umat, kemuliaan bangsa, perdamaian dunia, dan keberlanjutan semesta. Deklarasi perdana ini akan diselenggarakan pada Ahad, 18 Mei 2025, pukul 08.00 s/d 12.00 WIB, bertempat di Masjid Puser Bumi, Gunung Jati, Cirebon, tepat di samping Syekh Dzatul Kahfi dan berseberangan dengan kompleks ziarah Sunan Gunung Jati. Rangkaian acara meliputi khataman Alquran, pembacaan selawat, doa bersama, puisi spiritualitas, pidato keulamaan, napak tilas ke maqbarah tokoh-tokoh leluhur, pembacaan pernyataan sikap, dan ditutup dengan komitmen kerja praksis sosial, berupa penandatanganan kerjasama penguatan koperasi pesantren. Acara ini akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, antara lain pidato keulamaan oleh Alissa Wahid (Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian), doa bersama dipimpin Husein Muhammad dan Siti Mahmudah, puisi spiritualitas dibacakan oleh Masriya Amva dan Rieke Diah Pitaloka, dan penandatanganan kerja sama praksis sosial bersama Kementerian Koperasi dan jaringan pesantren yang dikoordinasikan oleh Masruchah. Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia diharapkan menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga menjadi tonggak perjuangan baru dalam memperluas peran ulama perempuan di tengah masyarakat yang terus berkembang. (TWI)
Bandar Lampung, Rabu, 14 Mei 2025 — Pascasarjana menggelar kegiatan Evaluasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2024 dan Pembahasan IKU Tahun 2025 Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung, yang dilaksanakan pada Rabu, 14 Mei 2025 pukul 14.00 WIB di Gedung Akademik Pascasarjana, Jalan Z.A. Pagar Alam, Labuhan Ratu, Bandar Lampung. Hadir dalam kegiatan ini; Direktur dan Wakil Direktur, Kasubbag TU, Ketua dan Sekretaris Program Magister dan Doktoral, Ketua dan Sekretaris GPM Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian kinerja Pascasarjana selama tahun 2024 serta menyusun langkah-langkah strategis dalam rangka peningkatan kualitas dan pencapaian target IKU pada tahun 2025. Acara ini dihadiri oleh pimpinan Pascasarjana, para ketua program studi, dosen, serta staf akademik dan administratif yang terkait langsung dengan pengelolaan data IKU. Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari siklus peningkatan mutu berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi. “Evaluasi ini menjadi momen penting bagi kita untuk merefleksikan capaian yang telah diraih, sekaligus menetapkan strategi yang lebih adaptif dan terukur dalam menghadapi tantangan tahun 2025,” ujarnya. Beberapa aspek yang menjadi sorotan dalam evaluasi meliputi pencapaian lulusan yang mendapatkan pekerjaan dalam waktu singkat, peningkatan kualitas dosen dan publikasi ilmiah, keterlibatan mahasiswa dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta kerja sama dengan mitra industri dan lembaga internasional. Dari hasil evaluasi awal, sebagian besar indikator menunjukkan tren positif, meskipun beberapa masih memerlukan intervensi dan perbaikan. Tim penyusun IKU 2025 pun mempresentasikan draft target dan strategi pencapaiannya, yang kemudian dibahas secara terbuka oleh peserta kegiatan. Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi interaktif dan penyampaian rekomendasi dari masing-masing program studi. Diharapkan hasil dari evaluasi dan pembahasan ini menjadi dasar kuat dalam penetapan target IKU tahun 2025 serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan tata kelola Pascasarjana ke depannya. (TWI)