Sekretaris Prodi S2 PAI Peroleh Fellow Researcher di Imam Bukhari International Scientific Research Center, Uzbekistan


Salah satu dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Damanhuri, MPd, kembali mengharumkan nama institusi setelah berhasil memperoleh Fellow Researcher di Pusat Penelitian Ilmiah Internasional Imam Bukhari, Uzbekistan.

Fellowship prestisius ini berada di bawah naungan Kementerian Kabinet Republik Uzbekistan dan diberikan untuk tahun akademik 2025. Selama program berlangsung, Damanhuri akan melakukan penelitian bertajuk: “Decolonizing Islamic Studies, Reclaiming Epistemic Sovereignty: M. Amin Abdullah and Taha Abdurrahman in Conversation.”

Topik riset tersebut, menurut  Damanhuri, sangat relevan dikaji ulang secara serius di saat praksis pendidikan Islam banyak larut dalam kesibukan manajerial bersifat technical know-how sembari, tidak jarang, mengabaikan urgensi aspek epistemologi yang mendasarinya serta orientasi ontologis yang jadi penuntunnya. Sulit juga dipungkiri, akibat terlalu dominannya epistemologi Barat, kesatuan epistemik pengetahuan warisan Islam tersebut sering dilupakan dalam praktik pendidikan Islam dan banyak kaum cerdik-cendekia Muslim mengalami epistemic inferiority.

Partisipasi Damanhuri dalam program ini juga pada dasarnya merupakan bagian integral dari  program internasionalisasi UIN Raden Intan, khususnya dalam penguatan riset kolaboratif dengan lembaga pendidikan dan pusat riset di luar negeri.

Dari Lampung ke Samarkand, dari Pascasarjana UIN Raden Intan ke pusat riset global, Damanhuri melangkah untuk menyaksikan bahwa jejak kesatuan epistemik keilmuan Islam sejatinya tak pernah “benar-benar terputus”—mengalami epistemic rupture, kata Wael Hallaq; atau apalagi dilanda epistemicide, kata Boaventura de Sousa Santos. Ia hanya menunggu untuk disambung kembali—oleh mereka yang bersedia berjalan, membaca, dan berpikir.

Dan, di bawah langit biru Samarkand—kadang-kadang disertai terpaan debu musim panasnya—Damanhuri tengah mengambil langkah itu.

Penelitian akan dilaksanakan mulai dari 1 Agustus hingga 30 September 2025 di Samarkand, dengan dukungan fasilitas riset seperti ruang kerja, akses perpustakaan, serta partisipasi dalam kegiatan akademik dan sosial di lingkungan pusat penelitian.

Sebagai Sekretaris Program Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN RIL, pencapaian ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi UIN RIL dalam kancah keilmuan internasional, khususnya dalam pengembangan wacana studi Islam yang kritis dan kontekstual.

Fellowship ini juga menjadi bagian dari upaya internasionalisasi UIN RIL dan peningkatan jejaring global dalam bidang pendidikan dan penelitian. (TWI)